Kajian Keilmuan Pendidikan Non Formal

Sep 20,2017
Menilik Kajian Ontologi, Epistimologi dan Aksiologi Pendidikan Non-FormalOlehHeryanto SusiloBerbicara mengenai landasan keilmuan PLS hal ini tidak lepas dari landasan ontologi, epistimologi dan aksiologi. Ketiga landasan ini adalah kajian filsafat yang memberikan pengertian tentang hakikat keilmuan PLS. Jujun Suriasumantri (2001) berpendapat, bahwa semua pengetahuan apakah itu ilmu, seni atau pengetahuan apa saja pada dasarnya memilki tiga landasan yaitu, ontologis, epistimologis, dan aksiologis. Begitu juga dengan landasan keilmuan PLS mempunyai landasan keilmuan yang melandasi kokohnya keilmuan PLS. A. Kajian OntologiSebelum membahas landasan ontologi keilmuan PLS alangkah baiknya jika kita mengenal apa itu ontologi dan bahasan apa yang dibahas. Ontologi membahas tentang apa yang ingin diketahui atau dengan kata lain merupakan suatu pengkajian mengenai teori tentang ada. Dasar ontologis dari ilmu berhubungan dengan materi yang menjadi objek penelaahan ilmu. Jadi disini dasar ontologi berhubungan erat dengan objek yang ditelaah yaitu keilmuan PLS. Berdasarkan objek yang telah ditelaahnya, ilmu dapat disebut sebagai pengetahuan empiris, karena objeknya adalah sesuatu yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dapat diuji oleh panca indera manusia. Dilihat dari landasan ontologi, maka keilmuan PLS akan berlainan dengan bentuk-bentuk pengetahuan lainnya. Dan lebih kusus mengkaji dalam keilmuan PLS. Mengenai masalah yang dihadapi berlandaskan landasan ontologi ini merupakan hal yang sangat nyata. Landasan Keilmuan PLS menjelaskan berbagai fenomena yang berhubungan dengan materi dan lingkup bahasan Pendidikan luar sekolah. Sehingga dalam penyampaian keilmuan PLS dapat lebih terarah dan lebih mudah di fahami karena ada dasar yang mendasarinya.B. Kajian EpistimologiDalam epistimologi membahas secara mendalam segenap proses yang terlibat dalam usaha untuk memperoleh pengetahuan. Dengan kata lain, epistimologi adalah suatu teori pengetahuan. Ilmu merupakan pengetahuan yang diperoleh melalui proses tertentu yang dinamakan metode keilmuan. Begitu juga keilmuan PLS, keilmuan PLS diperoleh melalui proses tertentu sehingga muncul apa yang dinamakan keilmuan PLS. Kegiatan dalam mencari pengetahuan tentang apapun selama hal itu terbatas pada objek empiris dan pengetahuan tersebut diperoleh dengan menggunakan metode keilmuan, sah disebut keilmuan. Kata-kata sifat keilmuan lebih mencerminkan hakikat ilmu daripada istilah ilmu sebagai kata benda. Hakikat keilmuan ditentukan oleh cara berfikir yang dilakukan menurut syarat keilmuan yaitu bersifat terbuka dan menjunjung kebenaran diatas segala-segalanya (Jujun S. Suriasumantri, 1991, hal 9).Kebenaran dalam ilmu adalah kebenaran yang bersifat objektif. Artinya ialah bahwa kebenaran itu suatu teori atau lebih tinggi berupa aksioma atau paradigm harus didukung oleh fakta-fakta yang berupa kenyataan dalam keadaan objektifititasnya atau dalam keadaan sesungguhnya. Kebenaran yang benar-benar lepas dari keingina subjek. Kenyataan yang dimaksud adalah kenyataan yang berupa sesuatu yang dapat dipakai acuan atau kenyataan yang pada mulanya merupakan objek dalam pembentukan pengetahuan ilmiah itu. Landasan epistemologi dari keilmuan PLS adalah analisis tentang proses tersusunnya keilmuan PLS. Dan keilmuan PLS disusun melalui proses yang disebut metode ilmiah (keilmuan). C. Kajian AksiologiSebelum membahas landasan, kita membahas persoalan pokok yang ada dalam aksiologi. Persoalan pokok aksiologi mencakup tentang nilai subjektif dan nilai objektif, metode memperoleh nilai, dan wujud nilai. Ada dua pertanyaan mendasar tentang nilai yaitu apakah sesuatu itu bernilai karena diinginkan oleh subjek atau subjek yang menginginkannya karena sesuatu hal itu sendiri mengandung nilai. Begitu juga dengan keilmuan PLS, apakah PLS itu bernilai karena di inginkan oleh masyarakat ataukah masyarakat itu menginginkan PLS ada karena PLS itu mengandung guna.Dasar aksiologi ilmu membahas tentang manfaat yang diperoleh manusia dari pengetahuan yang didapatkan. Tidak dapat dipungkiri, ilmu telah memberikan sumbangan begitu besar bagi kehidupan manusia. Ilmu mampu memberi kemudahan-kemudahan bagi manusia dalam mengendalikan kekuatan-kekuatan alam.Sama halnya ketika kita mempelajari keilmuan PLS. Kita dapat mendapatkan manfaat yang sangat luar biasa darinya. Tidak dipungkiri, di dalam kehidupan hampir 95 persen PLS dibutuhkan. Dan yang memperoleh dampak darinya juga dari berbagai kalangan. Mulai dari kalangan atas sampai pada kalngan bawah sekalipun. Sebagi contoh, kegiatan pemberantsan Buta Aksara di kalangan bawah sampai pada Kursus Table Meaner untuk kalangan pejabat. Itu semuanya adalah yang menyelenggarakan dan merancang adalah dari PLS. Banyak masayarakat yang belum mengetahui apa itu PLS. Namun tanpa mereka sadari bahwa PLS itu ada di sekelilingnya mereka bahkan di kehidupan mereka. Dari sini perlu adanya penguatan identitas kepada masyarakat luas sehingga mereka pun tahu apa yang dinamakan dengan PLS.